laporan praktikum alat reproduksi jantan dan spermatogenesis
penyusun : yulmila
yulmila1925@gmail.com
(mohon maaf apabila ada kesalahan penulisan)
PERCOBAAN : II
II. Tanggal Praktikum : 07 November 018
III. Tujuan Praktikum : Untuk mengetahui penjelasan bagian-bagian dan
tahapan spermatogenesis dan bagian reproduksi pada jantan
IV. Dasar Teori
Spermatogenesis merupakan perkembangan sel spermatogonia, secara mitosis. Proses ini di sebut juga dengan poliferasi mitosis (mitotik poliferaiton), sebagaiamana diketahui bahwa sebelum manusia mengalami pubertas, sel-sel benih dalam kandungan tidak aktif (isirahat). Pembentukan dimulai pada masa pubertas yang memasuki fase spermatogenesis. Masuknya spermatogonium yang sedang isirahat kedalam fase aktif ditandai terjadinya proses meiosis.
Kelenjar aksesori terdapat pada jantan yang memiliki tiga bentuk, yaitu vesikula seminalis, kelenjar prostat, dan kelenjar barbouretra. Barbaouretra menghasilkan sekresi berkombinasi dengan sperma membentuk semen Cairan yang diejakulasi. Vesikula seminalis menyumbangkan sedikit 60% volume semen. Cairan vesikula seminalis bersifat kental kekuningan dan basa.
Sel-sel germinal awal atau primodial dari testis embrionik membelah dan berdiferensiasi kedalam sel punca. Yang membelah secara mitosis hingga membentuk spermatogonium yang nantinya menggantika spermatosit. Proses ini memunculkan empat spermatid melalui pembelahan sel. Pembeahan meiosis yang mengurangi jumlah kromosom dari diploid ( n =6 pada manusia).
Sruktur sel sperma sesuia dengan fungsinya, dibagian anterior memiliki enzim yang mampu menembus sel telur, dibelakang kepala mengandung miokondria atau miokondria tunggal yang berukuran besar pada beberapa jenis spesies. Sperma yang kepadatan kromatin yang baik, akan bewarna biru terang atau jernih, sedangkan kepadatan kromatin kurang baik bewarna ungu atau violet.
V. Alat dan Bahan
a. Alat
1. Mikroskop
b. Bahan
1. Preparat awetan testis
2. Preparat awetan sperma
VI. Cara Kerja
1. Dimaai sediaan preparat dibawah mikroskop dijelaskan satu persatu bagiannya
2. Diambil tesis segar dan diambil sperma untuk diamati sperma berasal dari hewan (merpati, mencit, sapi).
VII. Hasil Pengamatan
Gambar : Tubulus seminiferus
Pembesaran : 10x10 Keterangan
1. Spermatogonium
2. Spermatosti primer
3. Spermatozoa
4. Spermatid
5. Lumen
6. Tubulus
7. Spermatosit skunder
8. Sel sertoli
Gambar : sperma sapi ( Boss taurus)
Pembesaran : 10x10 Keterangan
1. Kepala
2. Leher
3. Badan
4. Ekor
5. Membran plasma
6. Mitokondria
Gambar : Sperma mencit ( Mus muskulus)
Pembesaran : 10x10 keterangan
1. Kepala
2. Leher
3. Badan
4. Ekor
5. Membran plasma
6. Mitokondria
Gambar : Sperma merpati (Columba livia)
Pembesaran : 10x10 keterangan
1. Kepala
2. Leher
3. Badan
4. Ekor
5. Membran plasma
6. Mitokondria
VIII. Pembahasan
Bedasarkan hasil pengamatan dapat diketahui bahwa, organ reproduksi pria terbagi kedalam tiga pembagian yaitu bagian luar, dalam dan kelenjar aksesoris. Bagian luar terdiri dari penis, dan skortum, skrortum merupakan kantung pembungkus testis. Skortum terdiri dari otot polos, serta lapisan kulit. Skortum bagian dalam tersusun dari tesis yang merupakan tempa pembentukan spermatognium.
Kelenjar aksesoris merupakan kelenjar yang membentuk reproduksi pria. Kelenjar aksesoris terdiri dari vesikula semilunasi, kelenjar prostart, dan balbouretra yang dapat berkombinasi menghasilkan semen yang dapat dikeluarkan bersama sperma. Vesikula semilunalis menghasilkan 60% volume semen yang bersifat kental, kekuningan dan basa. Kelenjar prosart menghasilkan cairan yag bersifat encer, dan mirip susu yang mengandung koogulations, dan sitrat sebagai nutrien sperma.
Spermatogonium terdapat didalam tubulus seminiferus didalam testis, didalam tubulus seminiferus terdapat dua sel yaitu sel spermatogonium dan sel sertoli.
Spermatogonium membelah secara mitosis membentuk spermatosit primer. Spermatosit primer kemudian mengalami pembelahan meoisis 1 lalu terbentuk spermatosit skunder dengan kromosom haploid dan mengalami pembelahan meiosis 2 memasuki tahap spermiogenesis, tahapan ini membentuk spermatid awal yang kemudian berdiferensiasi menjadi sel sperma. Diferensiasi sel sertoli memberikan nutrisi kepada sperma.
Spermatogenesis memiliki bentuk morfologi kepala yang dilapisi akrosom, dan terdapat enzim hialu protase, yang berfungsi menembus kronaradiata, zona pelusida. Bagian leher tersusun dari mitokondria yang besar dan menyuplai energi kebagian badan serta ekor yang berbentuk flagel. Bentuk sperma mamalia bermacam-acam dan tergantung spesiesnya. Sperma sapi (Bos taurus) memiliki kepala yang lebih besar dibandingnkan dengan sperma organisme lain. Sperma merpati (Colomba livia), memiliki kepala yang lebih panjang. Sperma mencit (Mus musculus), memiliki benuk kepala dengan kait dibagian ujung.
IX. Kesimpulan
1. organ reproduksi pria terbagi kedalam tiga pembagian yaitu bagian luar, dalam dan kelenjar aksesoris.
2. Kelenjar aksesoris terdiri dari vesikula semilunasi, kelenjar prostart, dan balbouretra yang dapat berkombinasi menghasilkan semen
3. Tubulus seminiferus terdapat dua sel yaitu sel spermatogonium dan sel sertoli.
4. Leher sperma tersusun dari mitokondria yang besar dan menyuplai energi kebagian badan serta ekor yang berbentuk flagel
5. Sperma sapi (Bos taurus) memiliki kepala yang lebih besar dibandingnkan dengan sperma organisme lain.
Komentar
Posting Komentar