makalah Coelenterata
Makalah : colentetara
Disusun oleh : Yulmila
Mk: Zoologi Invetebrata
2016
Disusun oleh : Yulmila
Mk: Zoologi Invetebrata
2016
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG
Coelenterata atau yang sering di sebut dengan chidaria adalah filum
hewan yang memiliki tubuh sangat sederhana. Kata coelenteraae adalah hewan yang
memiliki rongga di dalam tubuhnya yang sekaligus berfungsi sebagai organ
pencernaan dalam makanan. Pada umumnya hewan coelenterata bisa di gunakan untuk
bahan baku kosmetik dan bisa di olah menjadi agar-agar coelenterata adalah
hewan yang sangat menarik dan memiliki keindahan di bawah laut,bahkan salah
satu anggota coelenterata mampu membuat batu karang yang menjadi habitat bagi
para hewan lain. Coelenterata di sebut juga dengan hewan sederhana karena
didalam tubuhnya memiliki dua lapis sel, yaitu sel internal dan internal. Yang
terdapat 10.000 spesies kolenterata,yang sebagian hidup di laut secara soliter
dan sebahagian lagi hidup berkoloni. Tubuhnya simentri radial.jika di potong
memlalui sumbu tubuh akan mendapatkan beberapa bagian yang sama.memiliki lubang
gastrovaskuler yang berfungsi untuk mencerna makanan dan tubuhnya memiliki satu
lubang yang berfungsi sebagai mulut skligus sebagai anus. Coelenterate dapat
bereproduksi secar vegetative dan generative
B. RUMUSAN
MASALAH
1. Bagai mana sejarah coelenterata..?
2. Apa pengertian coelenterata..?
3. Bagaimanakah karakteristik coelenterata…?
4. Bagaimana perbandingan marfologi dan
fisiologi antar kelas..?
5. Apa mamfaat coelenterate untuk manusia….?
C. TUJUAN
Adapun tujuan dari pembuatan makalah berdasarkan uraian rumusan masalah
di atas yaitu
1. Untuk dapat mengetahui sejarah coelenterata.
2. Untuk dapat mengetahui apa itu coelenterata.
3. Untuk dapat membanding kan cirri marfologi
dan fisiologi antar kelas.
4. Dan hubungannya dengan kehidupan manusia.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Sejarah Coelenterata
Coelenterate berasal dari kata COELOS=rongga atau selom, dan ENTERON=
usus. Jadi COELENTERON artinya rongga yang berfungsi sebagai usus dengan Chinidria
adalah filum hewan yang sangat sederhana. Coeleterata sebelum di anggap sebagia
suatu phylum yang mencangkup tiga kellas: Hydrozoa, Scypozoa, dan Anthozoa
klasifikasi terakhir menempatkan coelenterata
sebagai infraksikindom yang mencangkup
dua phyla: Cnidaria dan Ctenophora. Chinaria terdiri dari 4 kelas yaitu;
Hydrozoa, Scypozoa, Anthozoa, dan cubozoa. Ctenophora kini merupakan phylum
tersendiri sebagai chinidria dan Ctenophora di tempatkan di tempat yang sama
bawah Metazoan dengan phylum lainnya dalam waktu lama cnidaria di kelompokkan
kedalam Ctepnophora dan Coelenterata akan tetapi setelah perbedaan mereka mulai
di sadari mereka di tempatkan pada phylum yang terpisah
B.
Pengertian Coelenterata
Coelenterata
adalah hewan yang memiliki rongga atau sering disebut hewan berongga. misal ubur-ubur dan
anemon Coelenterata memiliki dua bentuk tubuh yaitu Polip dan Medusa. Polip
adalah Coelenterata pada saat tidak berpindah tempat. Sedangkan Medusa adalah
Coelenterata pada saat dapat bergerak bebas di perairan. Coelenterata di bagi
menjadi tiga kelas yaitu Anthozoa,Hidrozoa dan Schypozoa. Coelenterata adalah
filum dari kingdom hewan invertebrata (tanpa tulang belakang) yang sering
disebut dengan hewan berongga. Seperti namanya, hewan ini memiliki rongga tubuh
berbentuk kantong yang berfungsi sebagai usus, untuk mencerna dan mengedarkan
makanan ke seluruh tubuh. Kebanyakan dari Coelenterata hidup di laut, namun
adapula yang hidup di air tawar coelenterata bersifat polip lebih dominan
dibandingkan medusa. Coelenterata yang telah teridentifikasi sekitar 10.000
spesies. Coelenterata ada yang hidup berkoloni adapula yang hidup terpisah
C.
Karakteristik Coelenterata
Coelenterata memiliki bentuk tubuh simetri
radial, yaitu bagian yang sama didistribusikan secara merata dalam susunan
melinkar dari poros tengah. Hewan ini tidak memiliki kepala dan segmen tubuh.
Pada bagian atas tubuhnya terdapat tulang mulut (ostium) yang
dikelilingi oleh tentakel. Tentankel ini berbentuk seperti lengan
dan jumlahnya tergantung pada spesiesnya. Pada permukaan tentakel terdapat kapsul
knidoblas yang beracun, di dalamnya terdapat sel nematokis yang
menyengat dan beracun. Tentakel memiliki fungsi untuk:
- Alat penangkap mangsa
- Pertahanan Tubuh
- Alat gerak
Tubuh Colenterata Polip
(terikat pada tempat) memiliki bagian kaki untuk menempel pada tempatnya,
sedangkan yang bersifat medusa (tidak terikat) tidak memiliki kaki.
Pada Tubuh Coelenterata terdapat dua lapisan,
yaitu lapisan luar (Ektoderm) dan Lapisan Dalam
(endoderm), lapisan luar disebut epidermis, dan lapisan dalam
disebut Gastrodermis, diantara kedua lapisan ini terdapat rongga
yang disebut Mesoglea.
D. Perbandingan
Marfologi dan Fisiologi antar Kelas
1. Kelas Hydrozoa
Anggota kelas Hydrozoa ada yang hidup
berkoloni dan ada pula yang soliter. Anggota Hydrozoa yang berkoloni mempunyai
bentuk tubuh polip dan medusa, contoh Obelia. Sementara itu, anggota yang
soliter hanya mempunyai bentuk tubuh polip, contoh Hydra. Pada kelas Hydrozoa,
fase polip lebih dominan dibandingkan fase medusa.
a) Hydra.
Hydra hidup di air tawar.
Hewan ini hidup soliter dan berbentuk polip. Hydra menempelkan pangkal tubuhnya yang
berbentuk cakram pada tumbuhan air atau batu. Hydra dapat menghasilkan tunas melalui
penonjolan keluar bagian tubuhnya. Pada ujung tunas terdapat mulut yang
dikelilingi tentakel. Tentakel untuk menangkap makanan. Selanjutnya, makanan
dicerna di rongga
gastrovaskular. Ketika tunas lepas dari tubuh induk, tunas akan tumbuh
menjadi individu baru.
b) b) Obelia
Obelia hidup di laut secara berkoloni. Pada
siklus hidupnya, tubuh Obeliaberbentuk polip dan medusa. Pada fase polip,
Obeliahidup berkoloni dan terikat pada suatu tempat. Pada fase ini merupakan
bentuk vegetatif. Pada Obeliaterdapat dua jenis polip. Polip hidrant yaitu polip yang bertugas mengambil
dan mencerna makanan. Polip
gonangium yaitu polip
yang bertugas melakukan perkembangbiakan aseksual dan menghasilkan Obelia dalam bentuk medusa. Sementara itu,
pada fase medusa, Obelia hidup bebas dan soliter. Pada fase ini
merupakan bentuk generatif yang menghasilkan gamet.
2. Kelas Scyphozoa
Bentuk tubuh
Scyphozo seperti mangkuk, transparan, dan melayang-layang di laut. Hewan ini
memiliki lapisan mesoglea yang tebal sebagai sumber nutrisi. Pada siklus
hidupnya, bentuk tubuh medusa merupakan fase dominan. Contoh ubur-ubur (Aurelia
aurita).
Telur >
Planula > Skifistoma >Strobila > Efira > Medusa
Aurelia memiliki alat kelamin yang
terpisah pada individu jantan dan betina. Pembuahan ovum oleh sperma terjadi
secara internal di dalam tubuh individu betina.
Hasil pembuahan berupa zigot yang akan
berkembang menjadi larva bersilia yang disebut planula. Planula akan berenang
dan menempel pada tempat yang sesuai. Setelah menempel, silia dilepaskan dan
planula tumbuh menjadi polip muda yang disebut skifistoma. Skifistoma kemudian
membentuk tunas-tunas lateral sehingga Aurelia tampak seperti tumpukan piring yang
disebut strobila. Kuncup dewasa paling atas akan melepaskan diri dan berkembang
menjadi medusa muda yang disebut efira. Selanjutnya, efira berkembang menjadi
medusa dewasa.
3.
Kelas Anthozoa
Bentuk tubuh
Anthozoa menyerupai bunga. Anggota kelas ini hidup di laut sebagai polip
soliter maupun koloni. Hewan kelompok ini tidak memiliki bentuk medusa. Tubuh
Anthozoa tersusun dari kalsium karbonat (CaCO3), misal Acrodora dan
Diploria. Kerangka hewan Anthozoa yang telah mati akan membentuk pulau karang
(reef). Rongga gastrovaskular Anthozoa mempunyai sekat yang mengandung
nematokis. Demikian juga tentakelnya juga mengandung nematokis
E. Hubungan
Coelenterata dengan Manusia.
1. Pertumbuhan batu karang di pantai
dapat menahan abrasi daratan oleh ombak.
2. tempat perkembangbiakan biota laut,
bahkan pembentuk taman laut yang sangat penting bagi pengembangan objek wisata
bahari.
3. Penduduk sekitar pantai biasanya
memanfaatkan karang laut sebagai cinderamata, pembuatan taman, atau mengambil
batu karang sebagai bahan bangunan.
4. Coelenterata dari kelas Anthozoa
merupakan pembentuk ekosistem terumbu karang yang menjadi habitat ikan dan
hewan laut lainnya.
5. Beberapa jenis ubur-ubur (jellyfish)
yang tidak beracun dapat dikonsumsi dan diperdagangkan sebagai ubur-ubur asin.
6. Kerangka luar beberapa jenis
Coelenterata dapat digunakan sebagai hiasan akuarium, misalnya Corallium rubrum
(koral merah), Fungia actiniformis (karang piring), Paramuricea (akar bahar),
dan Favia speciosa (karang otak).
7. Ubur-ubur sering dimanfaatkan oleh
orang Jepang untuk bahan makanan dan sebagai bahan kosmetik.
8. Ada juga jenis Anthozoa yang membentuk rangka
dari zat tanduk yang sering dikenal sebagai akar bahar (Euplexaura antipathes)
yang kerangkanya dapat digunakan sebagai gelang.
BAB III
A.
KESIMPULAN
Dari pembahasan di atas dapat di
sipulkan bahwa:
a.
Coelenterata
berasal dari kata COELOS= rongga atau selom, dan ENTERON= usus. Jadi
COELENTERON artinya rongga yang berfungsi sebagai usus.
b.
Coelenterata memiliki dua bentuk tubuh yaitu Polip
dan Medusa. Polip adalah Coelenterata pada saat tidak berpindah tempat.
Sedangkan Medusa adalah Coelenterata pada saat dapat bergerak bebas di perairan
c.
Coelenterata memiliki bentuk tubuh simetri
radial, yaitu bagian yang sama didistribusikan secara merata dalam susunan
melinkar dari poros tengah.
d.
Coelenterata
memiliki 3 kelas yaitu:
·
Kelas Hydrozoa
·
Kelas Scyphozoa
·
Kelas Anthozoa
e.
mamfaat
coelenterate untuk manusia: Pertumbuhan batu karang di pantai dapat menahan
abrasi daratan oleh ombak dan tempat perkembangbiakan biota laut, bahkan
pembentuk taman laut yang sangat penting bagi pengembangan objek wisata bahari.
B. SARAN.
Dalam
kehidupan sehari-hari,kita sudah sering menjumpai hewan vetebrata
(coelenterata). Jadi harapan kami dengan banyaknya kita menjumpai hewan-hewan
tersebut marilah kita ambil pelajarannya dan terus lestarikan lingkungan agar
hewan-hewan yang ada di permukaaan bumi ini tidak unah dan selalu bisa nikmati
keindahannya. Semoga makalah ini bermamfaat dah semog bisa jadi referensi baru
untuk para pembaca. Mohon maaf atas segala kekurangan kami juga masih belajar
Wassalam
DAFTAR PUSTAKA
Rusyana,Adun 2013
. “Zologi invetebrata
(teori dan praktik)
“:alvabeta :bandung
Prihartono, taufan. 2014 “pengertian klasifikasi dan cirri-ciri
coelenterate atau hewan
berongga”,Erlangga,Jakarta
Sutarno, N. dkk. 2010,”petunjuk praktikum zologi invetebrata.
Bandung:koperasi setia budi
Sutara& sutarno, N 2009. Zoologi.
Bandung; koperasi setia budi.
Komentar
Posting Komentar